Sticky: Peraturan Pensiun Dini untuk Karyawan Swasta

MPP_Pension Fund Karyawan Swasta
Peraturan pensiun dini untuk karyawan swasta.
Pensiun dini adalah  berhentinya karyawan dari pekerjaan nya sebelum masa kontrak atau masa kerja nya habis. Pensiun dini bisa di ambil atas keputusan pribadi ataupun keputusan dari perusahaan.
Apabila pegawai ingin melakukan pensiun dini, mereka harus memenuhi aturan yang telah di buat oleh pihak perusahaan, begitu pula dengan pihak perusahaan apabila akan memberhentikan karyawannya harus sesuai dengan aturan yang telah di buat.
Penyebab pensiun dini ada dua faktor, yang pertama dari pegawai dan yang kedua dari kebijakan persahaannya sendiri.
Faktor dari pegawai
  1. Rasa bosan yang timbul
  2. Gaji yang tidak sesuai dengan kebutuhan
  3. Perselisihan dengan pegawai atau staff lain di perusahaan
  4. Sakit parah
Faktor dari perusahaan
  1. Perusahaan mengalami kebangkrutan sehingga perusahaan tersebut tidak mampu untuk meneruskan kontrak pegawai.
  2. Pergantian pemilik perusahaan
  3. Perusahaan mengalami kerugian karena pegawai tidak maksimal
Penyebab pensiun dini tidak sah:
  1. Tidak adanya surat dari pemberhentian dari perusahaan.
  2. Perusahaan memutus kontrak dengan alasan tidak ingin memperkerjakan pegawai bersangkutan.
  3. Perusahaan tidak mau membayar pesangon pegawai.
Apabila perusahaan tidak melakukan kewajiban nya terhadap pegawai yang bersangkutan maka pegawai terebut dapat melaporkan kepihak yang berwenang untuk memenuhi tuntutannya yang tidak di penuhi oleh perusahaan tersebut.
Baca Juga: Mau Pensiun Dini, Bingung Usaha Apa Ya?
Berdasarkan UU No 13/2003 tentang Ketenagakerjaan, tidak ada aturan kapan dan pada batas umur berapa pekerja sektor swasta boleh mengajukan pensiun. Selama ini, ketentuan mengenai batas usia pensiun telah ditetapkan dalam Perjanjian Kerja (PK), Peraturan Perusahaan (PP)/ Perjanjian Kerja Bersama (PKB) atau Peraturan Perundangan yang berkaitan dengan masa pensiun menurut Pasal 154 huruf c UU Ketenagakerjaan, yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Pensiun.
Seseorang yang bekerja di perusahaan swasta berhak mengajukan pensiun jika telah berumur diatas 55 tahun dan batas usia pensiun wajib maksimum 60 tahun. Setelah pensiun mereka juga akan mendapat hak uang pensiun dari perusahaan tempat mereka bekerja. Uang pensiun merupakan hak pekerja yang merupakan penghasilan yang mereka terima setelah bekerja sekian tahun dan memasuki usia pensiun.
Ketentuan uang pensiun telah ditetapkan berdasarkan UU No 13/2003 tentang Ketenagakerjaan Pasar 167 dan Pasal 156 ayat 4. Jika sebuah perusahaan telah mengikuti pekerja pada program pensiun yang iurannya telah dibayar penuh oleh perusahaan, maka pekerja tidak berhak mendapat :
  1. 1. Uang pesangon sesuai dengan ketentuan pasal 156 ayat 2
  2. 2. Uang penghargaan masa kerja sesuai dengan ketentuan pasal 156 ayat 3
 
Akan tetapi pekerja berhak mendapat uang pengganti hak dengan ketentuan sebagai berikut :
  1. 1. Jika besarnya jaminan atau manfaat pensiun yang diterima oleh pekerja sekaligus dalam program pensiun yang didaftarkan oleh pengusaha lebih kecil dari jumlah 2 kali uang pesangon dan 1 kali uang penghargaan masa kerja, maka selisihnya dibayar oleh pengusaha.
  2. 2. Jika pengusaha telah mengikutsertakan pekerja/buruh dalam program pensiun yang iurannya/preminya dibayar oleh pengusaha dan pekerja/buruh, maka pekerja/buruh tetap dapat memperoleh uang pesangon dari selisih uang pensiun yang didapat dari premi/iuran yang dibayarkan oleh pengusaha.
  3. 3. Jika pengusaha tidak mengikutsertakan pekerja/buruh yang mengalami pemutusan hubungan kerja karena usia pensiun pada program pensiun maka pengusaha wajib memberikan kepada pekerja/buruh yakni : uang pesangon sebesar 2 (dua) kali ketentuan Pasal 156 ayat (2); uang penghargaan masa kerja 1 (satu) kali ketentuan Pasal 156 ayat (3); uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (4)
Perusahaan swasta umumnya akan mendapat tawaran beberapa jenis pensiun dari perusahaannya, diantaranya :
  1. 1. Pensiun Normal : yakni pensiun yang dilakukan oleh karyawan perusahaan swasta sesuai dengan yang diatur dalam PP/PKB atau sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Pensiun.
  2. 2. Pensiun Dipercepat : yakni pensiun yang dilakukan apabila apabila perusahaan menginginkan pengurangan karyawan di dalam perusahaan.
  3. 3. Pensiun Ditunda : yakni pensiun yang terjadi atas permintaan karyawan sendiri meskipun usianya belum memasuki usia pensiun. Meskipun karyawan tersebut berhenti bekerja pada umur yang belum memenuhi, namun ia akan mendapat dana pensiun yang akan keluar ketika telah memasuki masa umur yang ditetapkan.
  4. 4. Pensiun Cacat : pensiun ini diberikan kepada karyawan yang mengalami kecelakaan sehingga dianggap tidak mampu dipekerjakan seperti semula, sedangkan umurnya belum memenuhi masa pensiun.
 
Itulah beberapa aturan mengenai pensiun dini bagi karyawan swasta semoga bermanfaat bagi Anda.
Mau tahu lebih lengkap hal ihwal pensiun ? ikuti Pelatihan Masa Persiapan Pensiun (MPP) yang MUVI selenggarakan agar Anda lebih siap menyongsong masa depan setelah pensiun kelak.

 

Sumber Referensi:

spn.or.id. Pensiun Dini di Perusahaan Swasta. 14 Agustus 2019

Post Your Comment Here

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.