Apakah Manfaat Outbound bagi Karyawan

Outbound

Outbound merupakan singkatan dari Outside of Boundaries, yang apabila diterjemahkan bebas menjadi menembus batas. Adapula yang mendefinisikan secara per kata yaitu dari kata outside yang artinya keluar, dan bound yang artinya ikatan, sehingga defenisi Outbound ialah keluar menuju alam bebas dan saling punya keterikatan, baik dengan alam maupun rekan dalam satu tim (Islahulben, 2012).

Permainan-permainan dalam outbound training tidak lain merupakan simulasi pelatihan manajemen diri yang memadukan olah pikir, olah rasa dan olah raga. Salah satu manfaat kegiatan ini adalah akan menambah pengalaman hidup seseorang menuju sebuah pendewasaan diri.

Outbound Training adalah kegiatan pelatihan sekaligus rekreasi yang dilaksanakan di alam terbuka, terdiri dari serangkaian permainan yang menantang namun tetap aman dan menyenangkan, masing-masing permainan memiliki tujuan tertentu dengan tahapan sebagai berikut (Boyett & Boyett, dalam Ancok, 2006):

  1. Pembentukan pengalaman
  2. Perenungan pengalaman
  3. Pembentukan konsep
  4. Pengujian konsep

Dari beberapa tahapan tersebut, dapat disimpulkan bahwa dalam Outbound Training juga menyampaikan materi secara mendalam, dan mengupayakan pada audience/ peserta juga dapat menyerap materi melalui tahapan-tahapan tersebut. Proses pembelajaran dalam outbound training menanamkan para peserta belajar dengan membentuk pengetahuannya sendiri (Experiental Learning). Menurut Ancok (2006), ada berbagai alasan mengapa metode OMT dipakai, antara lain:

  1. Metode ini adalah sebuah simulasi kehidupan yang komplek yang dibuat menjadi sederhana
  2. Metode ini menggunakan pendekatan metode belajar melalui pengalaman (experiential learning)
  3. Metode ini penuh kegembiraan karena dilakukan dengan permainan.
Apa manfaat Outbound bagi sebuah Perusahaan ?

Sebuah perusahaan biasanya mengadakan acara outbound bagi karyawannya satu atau dua kali dalam setahun, berlokasi didaerah pegunungan atau pantai untuk sejenak melupakan rutinitas pekerjaan. Outbound itu sendiri ada dua macam, outbound yang melibatkan keluarga si karyawan (family outbound) dan yang satunya lagi adalah outbound yang hanya melibatkan karyawan perusahaan tersebut (baik itu satu perusahaan atau perdivisi).

Ini dia beberapa Manfaat Outbound bagi karyawan sebuah perusahaan:

  1. Sebagai Sarana Refreshing
    Perusahaan dengan tingkat tekanan tinggi, proses produksi yang cepat dan tanpa henti tentu membuat karyawan berada dalam tekanan yang kuat. Untuk itu banyak perusahaan dengan karyawan ratusan, atau bahkan perusahaan kecil yang volume kerjaannya tinggi mengagendakan kegiatan gathering untuk memberikan suasana segar bagi setiap karyawannya.
  2. Membentuk Team Work Yang Solid
    Tidak selamanya sebuah tim kerja selalu solid. Atau, terkadang sebuah perusahaan melakukan restrukturisasi sehingga terbentuk team work yang baru. Bila sudah demikian maka kegiatan gathering atau sering disebut juga dengan istilah outing menjadi wajib untuk dilaksanakan.
  3. Mempererat Hubungan Antar Karyawan
    Pimpinan yang jeli bisa melihat ketidakharmonisan hubungan relasi dalam kantor. Bisa jadi itu tidak berbentuk konflik, tapi sekedar pengelompokan antar karyawan. Agar kondisi ini tidak memperburuk efisiensi dan efektifitas kerja maka perusahaan perlu memecah lingkaran-lingkaran ini sehingga terjalin relasi baru yang lebih terbuka antar karyawan.
  4. Memperbaiki Konflik Dan Friksi
    Hampir tidak ada perusahaan yang steril dari konflik dan friksi. Kompetisi yang tinggi, kesenjaangan penghasilan, dan relasi yang memanas bisa didinginkan lewat kegiatan gathering. Suasana gathering bisa menurunkan suasana panas tersebut.
    Outbound dapat dikelola secara internal maupun memanfaatkan Event Organizer. untuk perusahaan yang akan melibatkan ratusan karyawannya sebagai peserta gathering, biasanya peran Event Organizer sangat dibutuhkan untuk menjalankan kegiatan tersebut, tentunya memanfaatkan jasa Event Organizer akan lebih efisien.
    Jika menggunakan jasa Event Organizer akan menambah biaya. Jangan risaukan hal itu, sebab biaya yang perusahaan keluarkan akan lebih terasa manfaatnya bagi para karyawan bila acara gathering tersebut dikelola secara profesional. CV. King Adventure Indonesia sudah berpengalaman dalam mengelola sebuah event gathering perusahaan.

Setelah selesai acara Outbound, lalu apa??

Manfaat yang akan didapat perusahaan adalah, para karyawan diharapkan akan lebih bersemangat dalam bekerja dan menjadikan perusahaan sebagai rumah kedua bagi mereka, mendedikasikan dirinya lebih tinggi lagi bagi perusahaan. 
Baca Juga: Tujuan Outbound
Manfaat-manfaat Outbound Lainnya

Apapun jenisnya, outbound – dengan berbagai jenis petualangan (adventure) dan permainan (games) yang biasa dijalankan – sebenarnya memiliki manfaat yang beragam, di antaranya:

Ragam manfaat tersebut bermuara pada tercapainya pengembangan diri (personal development) dan tim (team development) yang dapat dirasakan oleh para peserta. Karena sukses seseorang dalam kehidupannya, terutama dalam karier bisnis dan organisasi, sangat ditentukan oleh kepercayaan diri (self efficacy), kemampuan mengontrol emosi, dan kemampuan berinteraksi dengan orang lain. Para pakar di bidang kecerdasan emosi berpendapat bahwa sukses dalam karier di perusahaan (juga di ranah kehidupan lainnya) lebih ditentukan oleh kecerdasan emosional dibandikan dengan kecerdasan intelektual. Oleh karena itu, upaya untuk mengembangkan kecerdasan emosional mendapat perhatian yang semakin besar.

Kegiatan belajar di alam terbuka (outbound) bermanfaat untuk meningkatkan keberanian dalam bertindak maupun berpendapat. Kegiatan outbound membentuk pola pikir yang kreatif, serta meningkatkan kecerdasan emosional dan spiritual dalam berinteraksi. Kegiatan ini akan menambah pengalaman hidup seseorang menuju sebuah pendewasaan diri. Pengalaman dalam kegiatan outbound memberikan masukan yang positif dalam perkembangan kedewasaan seseorang. Pengalaman itu mulai dari pembentukan kelompok. Kemudian setiap kelompok akan menghadapi bagaimana cara bekerja sama. Bersama-sama mengambil keputusan dan keberanian untuk mengambil risiko. Setiap kelompok akan menghadapi tantangan dalam memikul tanggung yang harus dilalui.

Ancok (2006) menegaskan dalam bukunya outbound management training bahwa: metode pelatihan di alam terbuka juga digunakan untuk kepentingan terapi kejiwaan, pelatihan ini digunakan untuk meningkatkan konsep diri anak-anak yang nakal, anak pecandu narkotika, dan kesulitan di dalam hubungan sosial. Metode yang sama juga digunakan untuk memperkuat hubungan keluarga bermasalah dalam program family therapy (terapi keluarga).

Kegiatan outbound individu atau kelompok akan mendapatkan manfaat yang beragam. Mulai dari menambah pengalaman baru, memacu rasa keberanian, membangun rasa kebersamaan, rasa memiliki dan tanggung jawab, komunikasi yang efektif antar sesame, bertindak sesuai dengan situasi dan kondisi, memahami setiap kelebihan maupun kekurangan yang ada pada dirinya maupun orang lain, dapat menimbulkan rasa saling menghargai dalam setiap keputusan. Selain itu juga outbound bermanfaat sebagai proses berlatih memacu cara berpikir seseorang agar selalu sistematis.

Permainan-permainan dalam outbound tidak lain merupakan pelatihan manajemen diri yang memadukan olah pikir, rasa dan raga. Dilaksanakan di alam terbuka dan dikondisikan di luar kebiasaan, seperti orang yang bekerja meninggalkan kebiasaannya berada, berpikir dan berbuat. Kemudian ia mengganti cara berpikir dan cara berbuat untuk mendapatkan hal-hal yang baru (Islahulben, 2012). Kegiatan outbound di alam terbuka bermanfaat untuk meningkatkan keberanian dalam bertindak maupun berpendapat. Kegiatan outbound membentuk pola pikir yang kreatif, serta meningkatkan kecerdasan emosional dan spiritual dalam berinteraksi. Kegiatan ini akan menambah pengalaman hidup seseorang menuju sebuah pendewasaan diri. Berikut manfaat-manfaat outbound:

  1. Menjalin Silahturohmi
  2. Melepas penat atau kejenuhan rutinitas
  3. Mendapatkan ilmu materi yang diisipkan dalam permainan outbound
  4. Lebih mengenal lingkungan
  5. Membangun percaya diri
  6. Menganalisa kemampuan seseorang untuk keperluan manajemen
  7. Pola perilaku yang berkarakter dalam melakukan tugas-tugas kehidupan, berdisiplin, bertanggung jawab, berorientasi ke masa depan, mengutamakan tugas pengabdian, memiliki sikap, etika dan etos kerja yang tinggi.
  8. Meningkatkan semangat kerja dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing, serta meningkatkan keberanian peserta dalam mengambil setiap resiko (risk taking) dari setiap tantangan yang dihadapi.
  9. Team building yang solid yang didasarkan pada saling pengertian, kerja sama, koordinasi, menghargai perbedaan, sikap mengutamakan tugas daripada kepentingan pribadi. Dan meyakini bahwa keberhasilan merupakan buah dari kerjasama dan kebersamaan.
  10. Peningkatan kematangan Emotional Question (EQ) melalui program olah rasa yang menjadi porsi perhatian outbound bahkan perhatiannya kepada pengembangan spiritual quotation (SQ) akan sangat membantu peserta dalam meningkatkan kematangan kemampuan menghargai berbagai tantangan dan hambatan dalam setiap penyelesaian tugas-tugas yang dihadapi.
  11. Pengembangan kepemimpinan (Leadership). Sukses sebuah organisasi ditentukan oleh kemampuan si pemimpin dalam menggerakkan seluruh anggota perusahaan untuk mencapai tujuan organisasi. Pengembangan kepemimpinan adalah suatu usaha untuk membangun ketahanan organisasi (organizational resilience) yang diperlukan untuk menghadapi kejutan masa depan dan memanfaatkan peluang yang timbul.
  12. Pengembangan budaya organisasi (Culture Development). Budaya organisasi adalah perangkat yang penting di dalam peningkatan kinerja organisasi. Secara lebih spesifik, budaya organisasi atau budaya kerja adalah suatu system makna yang terkait dengan kerja, pekerjaan , dan interaksi kerja, yang disepakati bersama dan digunakan di dalam kehidupan kerja sehari-hari.
  13. Pengelolaan perubahan (Managing Change). Untuk menjadi perusahaan yang tumbuh dan berkembang, perusahaan harus melakukan perubahan melalui peninjauan ulang atas semua asumsi dan tata cara kerja perusahaan yang selama ini telah menghantarkan perusahaan pada kemajuan.
  14. Perencanaan strategi (Strategic Planning). Perencanaan strategikbermula dari kegiatan melakukan penelaahan terhadap kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan ancaman yang ada dalam organisasi.
  15. Pengembangan diri (Self Development). Sukses dalam melaksanakan tugas di perusahaan, baik sebagai pemimpin atau anggota organisasi, sangat ditentukan oleh kepercayaan diri, kemampuan mengontrol emosi, dan kemampuan berinteraksi dengan orang lain.

Sedangkan menurut Badiatul Muchlisin menyebutkan manfaat dari kegiatan di alam terbuka (outbond) diantaranya :

  1. Komunikasi efektif (effective communication)
  2. Pengembangan tim (team building)
  3. Pemecahan masalah (problem solving)
  4. Kepercayaan diri (self confidence)
  5. Kepemimpinan (leadership)
  6. Kerja sama (sinergi)
  7. Permainan yang menghibur dan menyenangkan (fun games)
  8. Konsentrasi/ fokus (concentration)
  9. Kejujuran/sportivitas (CP)

Semboyan One For All, All For One, yang merupakan semboyan outbound Internasional selalu didengung-dengungkan dalam kegiatan oleh outbound operator untuk membangun sebuah semangat kebersamaan dan kekompakan bahkan belakangan ini dikembangkan lagi sebuah semboyan baru yang merupakan pula semboyan dunia global : “We are One” 

Nah, demikian artikel outbound yang terkait manfaat outbound training, semoga bermanfaat dan bisa menjadi sebagai bahan pertimbangan jika Anda atau perusahaan Anda ingin mengadakan kegiatan dengan konsep Outbound Management Training.

Sumber Referensi:

duniaoutbound.com. manfaat-outbound-management-training

govindaoutboundjogja.com. arti-manfaat-dan-tujuan-outbound

king-adventure.com. manfaat-outbound

outboundtrainingmalang.wordpress.com. manfaat-outbound-training

Post Your Comment Here

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.