Tujuan Outbond

Apakah anda tahu? Bahwa outbound merupakan kegiatan di luar ruangan yang menggunakan metode Experiential Learning (belajar dari pengalaman) bermedia permainan. Dengan berbagai permainan yang akan dimainkan semua peserta akan belajar memahami karakter antar individu dalam kondisi apapun.

Sehubungan dengan semakin pesat dan berkembangnya persaingan bisnis di dalam dan di luar negeri menyebabkan persaingan global menjadi lebih ketat sehingga banyak para pelaku bisnis perusahaan merasa perlu meningkatkan kualitas Sumber daya manusia bagi karyawannya. Dengan metode pembelajaran eksperiensial atau lebih dikenal dengan “learning by doing”, peserta akan dihadapakan dengan keadaan yang nantinya dapat diimplementasikan di dalam kehidupan sehari-hari, dan juga membuat pemahaman terhadap suatu permasalahan akan semakin tinggi sehingga implementasinya juga semakin mudah.

Outbound merupakan metode pengembangan diri yang menarik dan menyenangkan. Mengapa demikian?
Bagi setiap instansi yang melakukan kegiatan outbound pastinya memiliki tujuan masing-masing. Pada umumnya tujuan outbound sebagai terapi bagi peserta yang tidak punya kemampuan banyak bicara, minder, dan kurang percaya diri. Outbound sendiri selalu mengedepankan permainan-permainan yang mampu menumbuhkan motivasi pada diri pesertanya. Biasanya pola permainan yang diadakan melibatkan kerja sama antar team ataupun masing-masing individu itu sendiri guna melatih pikiran dan aktivitas fisik yang memiliki nilai positif.

Tidak bisa di pungkiri bahwa outbound adalah pilihan tepat bagi semua kalangan dalam pengembangan diri yang fun dan menarik serta menyenangkan. Sedangkan tujuan penerapan metode outbound dalam pembelajaran ini sendiri adalah membentuk kelompok dalam permainan yang bisa memberikan peserta sebuah pengalaman baru.

Tujuan Outbound

Kegiatan belajar di alam terbuka seperti outbound bermanfaat untuk meningkatkan keberanian dalam bertindak maupun berpendapat. Kegiatan outbound membentuk pola pikir yang kreatif, serta meningkatkan kecerdasan emosional dan spiritual dalam berinteraksi. Kegiatan ini akan menambah pengalaman hidup seseorang menuju sebuah pendewasaan diri. Pengalaman dalam kegiatan outbound memberikan masukan yang positif dalam perkembangan kedewasaan seseorang. Pengalaman itu mulai dari pembentukan kelompok. Kemudian setiap kelompok akan menghadapi bagaimana cara berkerja sama. Bersama-sama mengambil keputusan dan keberanian untuk mengambil risiko. Setiap kelompok akan meng-hadapi tantangan dalam memikul tanggung yang harus dilalui.

Tujuan outbound secara umum untuk menumbuhkan rasa percaya dalam diri guna  memberikan proses terapi diri (mereka yang berkelainan) dalam berkomunikasi, dan menimbulkan adanya saling pengertian, sehingga terciptanya saling percaya antar sesama.  Ancok pun menegaskan dalam bukunya Outbound Management Training (2003: 3) bahwa: Metode pelatihan di alam terbuka juga digunakan untuk kepentingan terapi kejiwaan (lihat Gass, 1993). pelatihan ini digunakan untuk meningkatkan konsep diri anak-anak yang nakal, anak pencandu narkotika, dan kesulitan di dalam hubungan sosial. Metode yang sama juga digunakan untuk memperkuat hubungan keluarga ber-masalah dalam program family therapy (terapi keluarga). Afiatin (2003) dalam penelitian disertasinya telah menggunakan pelatihan outbound untuk penangkalan pengguna obat terlarang (narkoba). Dalam penelitiannya Afiatin menemukan bahwa penggunaan metode outbound mampu meningkatkan ketahanan terhadap godaan untuk menggunakan narkoba. Selain itu dilaporkan pula oleh Afiatin, penelitian yang dilakukan oleh Johnson dan Johnson bahwa kegiatan di dalam outbound training dapat meningkatkan perasaan hidup bermasyarakat (sense of community) diantara para peserta latihan.

Kegiatan outbound individu atau kelompok akan mendapatkan manfaat yang beragam. Mulai dari menambah pengalaman baru. Memacu rasa keberanian. Membagun rasa kebersamaan. Komunikasi yang efektif antarsesama. Bertindak sesuai dengan situasi dan kondisi. Memahami setiap kelebihan maupun kekurangan yang ada pada dirinya maupun orang lain. Dapat menimbulkan rasa saling menghargai dalam setiap keputusan. Selain itu juga outbound bermanfaat sebagai proses berlatih memacu cara berpikir seseorang agar selalu sistematis.

Tujuan outbond secara umum untuk menumbuhkan rasa percaya dalam diri dalam berkomunikasi, dan menimbulkan adanya saling pengertian, sehingga terciptanya saling percaya antar sesama. Metode pelatihan di alam terbuka juga digunakan untuk kepentingan terapi kejiwaan,meningkatkan konsep diri dan kesulitan di dalam hubungan sosial. outbound mampu meningkatkan perasaan hidup bermasyarakat (sense of community) diantara para peserta latihan. Outbound juga mampu membangun dan meningkatkan sikap mental, knowledge, practise, skill, kualitas iman & taqwa, pola pikir, proses kerja, hasil karya dan kualitas hidup. Selain itu Outbound Training merupakan sarana yang digunakan dalam pelatihan yang bertujuan untuk:

  1. Team building & team work, komunikasi, leadhersip, konsentrasi, kreatifvitas, strategi planning, analisis, convidence
  2. Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan diri sehingga dapat merubah & merespon kelemahan masing-­masing personil menjadi kekuatan secara kelompok. ­
  3. Berekspresi sesuai dengan caranya sendiri yang masih dapat diterima lingkungan;
  4. Mengetahui dan memahami perasaan, pendapat orang lain dan menghargai perbedaan;
  5. Membangkitkan semangat dan motivasi untuk terus terlibat dalam kegiatan-kegiatan;
  6. Lebih mandiri dan bertindak sesuai dengan keinginan;
  7. Lebih empati dan sensitif dengan perasaan orang lain;
  8. Mampu berkomunikasi dengan baik;
  9. Mengetahui cara belajar yang efektif dan kreatif;
  10. Memberikan pemahaman terhadap sesuatu tentang pentingnya karakter yang baik;
  11. Menanamkan nilai-nilai yang positif sehingga terbentuk karakter siswa sekolah dasar melalui berbagai contoh nyata dalam pengalaman hidup;
  12. Mengembangkan kualitas hidup yang berkarakter;
  13. Menerapkan dan memberi contoh karakter yang baik kepada lingkungan.
  14. Membangun pola kepempinan yang lebih kuat dan lebih efektif. ­
  15. Membentuk gaya kepemimpinan yang lebih sesuai dengan kelompok tersebut. ­
  16. Membentuk komunikasi 2 arah yang lebih effektif antara pimpinan dan anggotanya ­
  17. Perbaikan kinerja individu dan kelompok dalam mencapai sasaran. ­
  18. Komunikasi sesama anggota team menjadi lebih effektif dan terbuka.
  19. Memecahkan masalah antar pribadi sesama anggota team/kelompok secara kebersamaan. ­ Setiap pertemuan team/kelompok menjadi lebih terstruktur dan efektif.
  20. Hasil pertemuan akan lebih dapat diterima dan terdistribusi dengan baik oleh anggota team. ­ Kemampuan evaluasi individu dan kelompok akan meningkat & lebih profesional.
  21. Komitmen dan gairah akan lebih kuat dalam mencapai target-­target baru.
  22. Menumbuhkan semangat berkompetisi dalam konteks untuk mencapai tujuan bersama.
  23. Membangun sikap pantang menyerah dalam menyelesaikan permasalahan.
  24. Melatih membuat perencanaan yang matang dan koordinasi tim yang rapi.
  25. Melatih kemampuan mengambil keputusan yang efektif dalam situasi sulit.

Dari berbagai literasi yang ada dikemukakan bahwa tujuan utama kegiatan outbound untuk membantu sikap dan perilaku profesionalisme seperti meliputi :

  1. Terbentuknya suatu komitmen (commitment) yang utuh dari setiap peserta melalui 4C, yaitu :
  2. Peningkatan kompetensi (competency)
  3. Pembentukan konsepsi (conception) pemikiran yang komprehensif
  4. Terjadinya hubungan (connection) yang semakin erat di antara para bawahannya dan atasan.
  5. Munculnya keyakinan akan kepercayaan diri (confidence) akan kemampuan masing-masing peserta yang akan berpengaruh dalam membangun rasa memiliki dan bukan sekadar menjadi karyawan. Perubahan ini akan terlihat dari bertumbuh kembangnya rasa tanggung jawab dalam melakukan tugas di unit kerjanya masing-masing.

Dari uraian di atas jelas bahwa outbound bertujuan untuk meningkatkan kerjasama, meningkatkan perasaan sosial, dan meningkatkan saling pengertian sebagai proses terapi individu dan terapi keluarga atau kelompok yang mengalami kesenjangan. Terapi individu misalnya pada anak yang mengalami penyimpangan seperti anak nakal, anak pemakai narkoba, anak yang mengalami gangguan hubungan sosial (anak berkebutuhan khusus). Sedangkan terapi keluarga atau kelompok yang mengalami kesenjangan sosial sehingga membutuhkan penyegaran (refresh). Baik dengan mengadakan rekreasi dan atau mengadakan kegiatan outbound. Misalnya saja pada sebuah kelompok atau lembaga mengadakan kegiatan outbound setahun sekali dalam rangka meningkatkan rasa kebersamaan, meningkatkan kualitas karyawan dan perusahaan.

 

Sumber Referensi:

citraalam.id. tujuan-dan-manfaat-kegiatan-outbound

gankmetro.com. pengertian-permainan-dan-tujuan-serta-manfaat-outbound

cakrawalaoutbound.com. tujuan-outbound

govindaoutboundjogja.com. arti-manfaat-dan-tujuan-outbound

Post Your Comment Here

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.