• muvi@muvigroup.com
  • 022 86617757

Pelatihan Persiapan Pensiun I Hati-hati dengan Penyebab Stres Setelah Pensiun

111

Pelatihan Persiapan Pensiun I Hati-hati dengan Penyebab Stres Setelah Pensiun

Ryan Artsamawa / February 19, 2019

Walaupun secara umum pensiun membuat seseorang mengalami stres, namun berdasarkan penelitian, pensiun dini justru akan membuat seseorang panjang umur. Hal ini diduga karena pensiun dini memang secara sadar dilakukan seseorang sehingga persiapan mentalnya telah matang. Dalam penelitian yang melibatkan karyawan Boeing Corporation, ternyata orang yang pensiun dini (pensiun muda) lebih panjang umur dibanding orang yang pensiun pada usia normal.

  Tabel Umur Pensiun l Pelatihan Persiapan Pensiun  

Table laporan studi itu menyebutkan bahwa seseorang yang pensiun dini di umur 49,9 tahun harapan hidupnya mencapai 86 tahun. Sedangkan seseorang yang pensiun di usia 65 tahun harapan hidupnya hanyan mencapai umur 66,8 tahun, tidak sampai 2 tahun menikmati hidup. Padahal banyak diantara kita yang harusnya pensiun tetapi tidak siap menerima kenyataan bahwa kita telah pensiun. Akibatnya setelah pensiun dengan usia normal sekalipun tetap memacu diri untuk bekerja karena takut dicap penganguran. Walaupun begitu kita tetap harus memahami apa yang sebenarnya akan terjadi jika pensiun nanti agar dapat mengelola stress dengan baik. Adapun prubahan besar yang akan terjadi pada diri kita yaitu:

    1. Hilangnya penghasilan

Hilangnya penghasilan tetap akan membuat kita cemas menghadapi masa masa mendatang. Apalagi jika pesangon ataupun nilai pensiun yang kita dapatkan sangat minim, sementara anak-anak membutuhkan biaya pendidikan.

  2. Hilangnya pekerjaan

Hilangnya pekerjaan membuat kita merasa tidak berguna dan mengalami stress. Memang tidak ada seseorang pun yang mau diberhentikan dari pekerjaan, membayangkan saja cukup mengerikan. Namun jika hal tersebut benar menimpa kita, sudah pasti rasa sedih, marah, dan stress menghantui. Perasaan semacam itu  akan menyebabkan despresi yang justru bisa menyulitkan dalam menjalani masa pensiun.

  3. Hilangnya otoritas

Hilangnya otoritas atau kekuasaan (terutama bagi mantan pimpinan) akan membuat kita merasa “lumpuh” dan mengalami post power syndrome. Post power syndrome berasal dari kata “syndrome” yaitu kumpulan gejala gejala negatif dan “power” adalah kekuasaan, sedangkan “post” adalah pasca. Jadi, dapat dikatakan bahwa post power syndrome merupakan sekumpulan gejala yang muncul ketika seseorang tidak lagi menduduki suatu jabatan dalam institusi tertentu.

  4. Hilangnya citra diri atau image

Saat pensiun kita akan kehilangan citra diri atau image. Terutama jika bekerja pada perusahaan ternama, membuat kita kehilangan identitas dan harga diri. Misalnya, jika dulu ketika aktif bekerja selalu kita menjadi pembicara di berbagai seminar atau pertemuan karena kita adalah tokoh dari perusahaan terkenal, maka posisi kita digantikan oleh orang lain yang masih aktif bekerja. Kondisi ini jika tidak disadari maka akan membuat kita terpuruk.

  5. Hilangnya fasilitas

Saat pensiun kita akan kehilangan fasilitas kantor, jaminan kesehatan, transportasi, dan lain lain membuat kehilangan kenyaman dan membuat kita merasa semakin miskin. Contohnya saat masih bekerja samua biaya tiket perjalanan dan akomodasi ditanggung oleh perusahaan, sementara saat ini kita harus membayar sendiri semua biaya jika ingin bepergian.

 

Menurut pakar kesehatan Hans Selye (1979), Stres adalah segala siutuasi dimana tuntutan nonspesifik mengharuskan seorang individu untuk merespon atau melakukan tindakan. Tanda gejala stress antara lain otot tegang, sakit kepala, dan sakit perut, kita harus menjalani kehidupan ini, kehilangan pekerjaan mungkin merupakan langkah awal dari pekerjaan yang lebih baik dan cara hidup yang lebih positif bagi kita dan keluarga. Banyak bukti medis menujukan bahwa kehilangan pekerjaan dan rasa takut yang berlebihan akan mempengaruhi kesehatan, khususnya kesehatan jiwa dengan terjadinya stress.

  Lalu bagaimana Solusinya?     a. Mengelola Stress

Menurut Faelten dan Diamond (1989) bagaimanapun stress dapat dikelola. Kunci untuk mengendalikan stress adalah belajar untuk melihat segala suatu dengan cara tertentu. Orang orang yang berhasil mengatasi stress biasanya sangat berkomitmen pada hal-hal yang mereka lakukan.

 

Hal yang paling penting dalam mengelola stress saat pensiun atau menganggur adalah mengambil tindakan bahwa kita dapat melawan shock, menyangkal, yang di ikuti dengan kecemasan dan stress.

  b. Jujur dengan perasaan diri sendiri

Masa pensiun memang sudah saatnya kita jalani atau PHK memang menyakitkan dan membuat kita sakit hati, takut, dan rendah diri. Dari pada menyembunyikan perasaan itu, lebih baik kita mengungkapkannya agar terasa lebih baik, karena langkah ini akan berdampak pada jangka panjang agar kita semakin tegar menghadapi masa pensiun ataupun karena PHK.

  c. Jangan menyalahkan keadaan

Jika saat pensiun ternyata  kita tidak siap karena merasa jadi pengangguran atau uang pensiun yang kita miliki sedikit sehingga merasa jatuh miskin, janganlah terlalu menyalahkan keadaan yang kita hadapi. Dengan menyalahkan keadaan yang tidak ideal ini maka pikiran akan dipenuhi banyak bayangan negatif, akibatnya kita sulit menerima kenyataan dan menyebabkan stress.

  d. Minta bantuan ahli

Jika stress melanda kita sedemikian buruk akibat pensiun atau PHK hingga kita sangat terpukul sampai ingin bunuh diri, maka bersegeralah menghubungi tokoh agama yang dipercaya atau bisa berbagi perasaan ke teman dekat. Mengeluarkan perasaan kita secara terbuka biasanya merupakan langkah awal agar kita bisa merasa lega dan berfikir dengan jernih.

 

Mengikuti Pelatihan Persiapan Pensiun yang diselenggarakan MUVI Your Success partner juga dapat menjadi pilihan terbaik untuk mempersiapkan masa pensiun Anda.

  e. Tetaplah bangun pagi

Untuk menghindari stress tidak bekerja lagi, maka tetaplah bangun pagi seperti biasa, lakukan kegiatan yang membuat Anda sibuk, seperti membaca koran, menyirami tanaman, dan membersihkan lemari. Barangkali ini sepele tetapi dengan tetap sibuk akan menekan tingkat stress yang kita rasakan.

  Semoga bermanfaat.   MUVI Your Success Partner Ryan Aryanto (0818-0610-2592)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2018 PT Mulia Visitama Indonesia -www.muvigroup.com -Member of TDW Resources