MUVI TRAINING

MUVI-Training
Pengertian Training atau Pelatihan

Training atau pelatihan merupakan suatu pengajaran, atau pengembangan yang bermanfaat pada diri sendiri atau orang lain dengan segala keterampilan dan pengetahuan yang berhubungan dengan kompetensi. Pelatihan memiliki tujuan khusus untuk meningkatkan kemampuan, kapasitas, produktivitas, dan kinerja seseorang.

Pengertian training (pelatihan) menurut Mathis (2002), adalah suatu proses dimana orang-orang mencapai kemampuan tertentu untuk membantu mencapai tujuan organisasi.

Oleh karena itu, proses ini terikat dengan berbagai tujuan organisasi, pelatihan dapat dipandang secara sempit maupun luas. Secara terbatas, pelatihan menyediakan para pegawai dengan pengetahuan yang spesifik dan dapat diketahui serta keterampilan yang digunakan dalam pekerjaan mereka saat ini. Terkadang ada batasan yang ditarik antara pelatihan dengan pengembangan, pengembangan yang bersifat lebih luas dalam cakupan serta memfokuskan pada individu untuk mencapai kemampuan baru yang berguna baik bagi pekerjaannya saat ini maupun di masa mendatang.

Selain pelatihan dasar yang diperlukan untuk perdagangan, pekerjaan atau profesi, pelatihan (training) juga diperlukan untuk mempertahankan, meningkatkan dan memperbarui keterampilan sepanjang kehidupan kerja. Orang-orang dalam banyak profesi dan pekerjaan dapat menyebut pelatihan (training) semacam ini sebagai pengembangan profesional.

Pelatihan dan pengembangan ini melibatkan peningkatan efektivitas organisasi dan individu serta tim di dalamnya. Pelatihan dapat dipandang sebagai terkait dengan perubahan langsung dalam efektivitas organisasi melalui instruksi yang terorganisir, sementara pengembangan terkait dengan kemajuan tujuan organisasi dan karyawan jangka panjang. Sementara pelatihan dan pengembangan secara teknis memiliki definisi yang berbeda, keduanya seringkali digunakan secara bergantian dan / atau bersama-sama. Pelatihan dan pengembangan secara historis menjadi topik dalam psikologi terapan, tetapi dalam dua dekade terakhir telah menjadi terkait erat dengan manajemen sumber daya manusia, manajemen bakat, pengembangan sumber daya manusia, desain pengajaran, faktor manusia, dan manajemen pengetahuan.

Training Methods (Metode Pelatihan) MUVI

Metode training (pelatihan) MUVI menggunakan pendekatan 2 metode, yaitu:

  1. Informational Methods (Metode Informasi), metode ini biasanya menggunakan pendekatan satu arah, melalui informasi-informasi yang disampaikan kepada para peserta oleh seorang pelatih (trainer). Para peserta biasanya tidak diberi kesempatan untuk mempraktekan atau untuk melibatkan diri dalam hal-hal yang diajarkan selama pelatihan. Metode ini bersifat direktif dan berorientasikan pada pembimbing.
  2. Experiental Methods (Metode Pengalaman), metode ini mengutamakan komunikasi yang fleksibel dan lebih dinamis, baik dengan instruktur, dengan sesama peserta, dan langsung mempergunakan alat-alat yang tersedia, misalnya seperti peralatan outbound games dan cashflow quadrant game Robert Kiyosaki. Metode ini bersifat fasilitatif dan berorientasikan pada peserta, misalnya diskusi kelompok, studi kasus dan sebagainya. Dalam metode pelatihan experiental ini juga MUVI menggabungkan 2 teknik aplikasi yaitu on the job training, metode yang lebih berfokus pada peningkatan produktivitas secara cepat serta metode off the job training, metode yang lebih cenderung berfokus pada perkembangan dan pendidikan jangka panjang. 

Adapun kategori teknik atau metode on the job training yang digunakan MUVI, yaitu:

  • Job instruction training, pelatihan ini memerlukan analisa kinerja secara teliti. Pelatihan ini dimulai dengan penjelasan awal tentang tujuan tugas, aktivitas dan menunjukan langkah-langkah pelaksanaan pekerjaannya.
  • Internship (Magang) dan assistantships, pelatihan ini mengarahkan pada pekerjaan yang menuntut pendidikan formal yang lebih tinggi, seperti pelatihan bagi pelajar yang menerima pendidikan formal di sekolah yang bekerja di suatu perusahan dan diperlakukan sama seperti karyawan dalam perusahaan tetapi tetap dibawah pengawasan praktisi dan pembimbing yang ahli.
  • Coaching dan counseling, pelatihan ini merupakan aktifitas yang mengharapkan timbal balik dari kinerja yang diberikan, adanya dukungan dari pelatih, dan penjelasan secara perlahan bagaimana melakukan pekerjaan secara tepat.

Adapun kategori teknik atau metode off the job training yang digunakan MUVI, yaitu:

  • Lecture, pelatihan dimana trainer menyampaikan berbagai macam informasi/ mengajarkan pengetahuan kepada sejumlah besar orang pada waktu bersamaan.
  • Independent self-study, pelatihan dimana peserta diharapkan bisa melatih diri sendiri misalnya dengan mengambil kursus ataupun mengikuti pertemuan profesional.
  • Visual presentations, pelatihan dengan mengunakan televisi, film, video, atau presentasi.
  • Metode ruang kelas, di mana peserta akan dilatih secara menyeluruh di dalam kelas. contohnya seperti studi kasus, konferensi, bermain peran serta pengajaran berprogram (programmed instruction). Conferences dan discussion, digunakan untuk pengambilan keputusan dimana peserta dapat belajar satu dengan yang Iainnya. Case studies, digunakan dalam kelas bisnis, dimana peserta dituntut untuk menemukan prinsip-prinsip dasar dengan menganalisa masalah yang ada.
  • Role playing, pelatihan dimana peserta dikondisikan pada suatu permasalahan tertentu, peserta harus dapat menyelesaikan permasalahan dimana peserta seolah-olah terlibat langsung.
  • Simulation, pelatihan dengan menciptakan kondisi belajar yang mirip dengan kondisi nyata, pelatihan ini digunakan untuk belajar secara teknikal dan kemampuan motorik seperti yang populer dalam metode ini yaitu bussiness games (permainan bisnis). Metode ini salah satu metode yang sangat mahal namun sangat bermanfaat serta diperlukan dalam sebuah pelatihan.
  • Laboratory training, pelatihan ini terdiri dari kelompok-kelompok diskusi yang tak beraturan dimana peserta diminta untuk mengungkapkan perasaan mereka antara satu dengan yang lain. Tujuan pelatihan ini adalah menciptakan kewaspadaan dan meningkatkan sensitivitas terhadap perilaku dan perasaan orang lain maupun dalam kelompok.
  • Programmed group exercise, pelatihan yang melibatkan peserta untuk bekerja sama dalam memecahkan suatu permasalahan.
  • Metode demonstrasi dengan menguraikan dan peragaan melalui contoh sebagai alat bantu seperti gambar-gambar, teks materi, diskusi, ceramah dan sebagainya.
Baca Juga: Training Kewirausahaan Masa Persiapan Pensiun / Mastering Pension Program (MPP)
Tahapan dan Komponen Pelatihan

Dalam pengembangan program pelatihan, agar pelatihan dapat bermanfaat dan mendatangkan keuntungan diperlukan tahapan atau langkah-langkah yang sistematik. Secara umum ada tiga tahap pada pelatihan yaitu tahap penilaian kebutuhan, tahap pelaksanaan pelatihan dan tahap evaluasi. Atau dengan istilah lain ada fase perencanaan pelatihan, fase pelaksanaan pelatihan dan fase pasca pelatihan. Mangkunegara (2005) menjelaskan bahwa tahapan-tahapan dalam pelatihan dan pengembangan meliputi:

  1. Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan / need assesment;
  2. Menetapkan tujuan dan sasaran pelatihan;
  3. Menetapkan kriteria keberhasilan dengan alat ukurnya;
  4. Menetapkan metode pelatihan;
  5. Mengadakan percobaan (try out) dan revisi; dan
  6. Mengimplementasikan dan mengevaluasi.

Sedangkan komponen-komponen pelatihan sebagaimana dijelaskan oleh Mangkunegara (2005) terdiri dari:

  1. Tujuan dan sasaran pelatihan dan pengembangan harus jelas dan dapat di ukur
  2. Para pelatih (trainer) harus ahlinya yang berkualitas memadai (profesional)
  3. Materi pelatihan dan pengembangan harus disesuaikan dengan tujuan yang hendak di capai
  4. Peserta pelatihan dan pengembangan harus memenuhi persyaratan yang ditentukan.
 
Manfaat dan Tujuan Pelatihan

Adapun manfaat dan tujuan pelatihan secara umumnya sebagai berikut:

  1. Untuk mengembangkan keahlian, sehingga tugas yang diberikan dapat diselesaikan dengan lebih cepat dan lebih efektif
  2. Untuk mengembangkan pengetahuansehingga tugas dapat diselesaikan secara rasional, dan
  3. Untuk mengembangkan sikapsehingga menimbulkan kemauan kerjasama dengan teman-teman pegawai dan dengan manajemen (pimpinan)
  4. Untuk meningkatkan produktivitas
  5. Untuk meningkatkan kesetabilan dan keluwesan organisasi.
  6. Untuk mengurangi pengawasan
  7. Untuk memperbaiki moral
  8. Untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan

 

Contoh Training (Pelatihan) MUVI

Adapun kegiatan pelatihan yang sering diadakan oleh MUVI, yaitu:

 

 

Sumber Referensi:

  • wikipedia.com (28/08/2019). Training

  • wikipedia.com (28/08/2019). Training and Development

  • definisimu.blogspot.com (28/08/2019). Definisi Pelatihan

  • temukanpengertian.com (28/08/2019). Pengertian Training

Post Your Comment Here

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.