ArticlesMasa Persiapan Pensiun

Mengenal Peraturan Pensiun Dini Pada Perusahaan

Peraturan Masa Persiapan Pensiun Dini
Pensiun dini adalah berhentinya karyawan dari pekerjaan nya sebelum masa kontrak atau masa kerja nya habis. Pensiun dini bisa di ambil atas keputusan pribadi ataupun keputusan dari perusahaan.
Apabila pegawai ingin melakukan pesiun dini, mereka harus memenuhi aturan yang telah di buat oleh pihak perusahaan, begitu pula dengan pihak perusahaan apabila akan memberhentikan karyawan nya harus sesuai dengan aturan yang telah di buat.
Penyebab pensiun dini ada dua faktor, yang pertama dari pegawai dan yang kedua dari kebijakan persahaanya sendiri.
-Faktor dari pegawai
  1. a. Rasa bosan yang timbul
  2. b. Gaji yang tidak sesuai dengan kebutuhan
  3. c. Perselisihan dengan pegawai atau staff lain di perusahaan
  4. d. Sakit parah
-Faktor dari perusahaan
  1. a. Perusahaan mengalami kebangkrutan sehingga perusahaan tersebut tidak mampu untuk meneruskan kontrak pegawai.
  2. b. Pergantian pemilik perusahaan
  3. c. Perusuhaan mengalami kerugian karena pegawai tidak maksimal
Baca Juga: Peraturan Pensiun Dini Untuk Karyawan Swasta
Pensiun dini yang jelas dikenal dalam UU ASN adalah pensiun dini sebagai akibat dari kebijakan pemerintah untuk perampingan organisasi. Sedangkan, “pengajuan pensiun dini” yang Anda tanyakan dikategorikan sebagai pemberhentian sebagai PNS atas permintaan sendiri. Dalam hal ini ada 2 (dua) pensiun din, yaitu:
  1. Pensiun dini atas permintaan sendiri; dan
  2. Pensiun dini sebagai akibat dari kebijakan pemerintah untuk perampingan organisasi.
Bagi PNS yang diberhentikan dengan hormat atas permintaan sendiri (syaratnyatelah berusia 45 tahun dan masa kerja paling sedikit 20 tahun), maupun bagi PNS yang diberhentikan dengan hormat karena perampingan organisasi atau kebijakan pemerintah yang mengakibatkan pensiun dini (syaratnya telah berusia paling sedikit 50 tahun dan masa kerja paling sedikit 10 tahun) tetap berhak atas jaminan pensiun.
 
Adapun penyebab pensiun dini tidak sah;
  1. a. Tidak adanya surat dari pemberhentian dari perusahaan.
  2. b. Perusahaan memutus kontrak dengan alasan tidak ingin memperkerjakan pegawai bersangkutan.
  3. c. Perusahaan tidak mau membayar pesangon pegawai.
Apabila perusahaan tidak melakukan kewajiban nya terhadap pegawai yang bersangkutan maka pegawai terebut dapat melaporkan kepihak yang berwenang untuk memenuhi tuntutannya yang tidak di penuhi oleh perusahaan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.