Kebijakan Dana/Tabungan Hari Tua dan Pensiun bagi PNS

Menabung masa pensiun

Masa pensiun dan hari tua, disadari atau tidak, pasti akan dialami oleh setiap orang. Namun, masih banyak orang yang lalai dan tidak menyiapkan kehidupan di masa tersebut ketika masih aktif bekerja dan berpenghasilan.

Akibatnya, tidak sedikit pensiunan dan orang tua yang bergantung pada anak-anaknya untuk bisa bertahan hidup. Padahal, menjadi individu yang mandiri meski telah berusia senja sangat mungkin untuk dilakukan. 

Untuk itu, persiapkan kehidupan masa pensiun Anda dengan menggunakan layanan yang ditawarkan oleh Dana Taspen agar hidup terasa lebih tentram karena tidak bergantung kepada orang lain.

Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang tergabung dalam Korpri berharap program Tabungan Hari Tua dan program pembayaran pensiun tetap dikelola oleh PT TASPEN.

Kepala Biro Hukum dan Organisasi Dewan Pengurus Korpri Nasional Ade Gunawan mengatakan saat ini terjadi keresahan di kalangan ASN pasca terbitnya UU 24 Tahun 2011 tentang BPJS atas pengalihan program Tabungan Hari Tua dan program pembayaran Pensiun dari PT TASPEN ke BPJS Ketenagakerjaan paling lambat tahun 2029.

“Usai mendalami peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi sektor swasta, Korpri mendapati bahwa PNS dan Pensiunan PNS akan kehilangan beberapa manfaat jika Tabungan Hari Tua dan Pensiun dialihkan ke BPJS Ketenagakerjaan berpotensi terjadi penurunan layanan yang signifikan,” kata Ade seperti dikutip dari Antara, Jumat (20/12/2019).

Lebih lanjut Ade menjelaskan manfaat yang dikuatirkan hilang yakni Pensiun Terusan, Asuransi Kematian, Asuransi Kematian Istri, Asuransi Kematian Anak, Pensiun Bulan ke-13, THR Pensiunan, dan Uang Duka Wafat.

Ade mengatakan Tabungan Hari Tua dan Pensiun tersebut diberikan oleh pemerintah mengingat karakteristik PNS yang berbeda, sehingga tak bisa disamaratakan dengan tenaga kerja di sektor swasta.

Ade pun mengakui bahwa manfaat dan layanan yang diberikan oleh TASPEN selama ini sudah sangat baik dan harus terus ditingkatkan, sehingga KORPRI sebagai satu satunya wadah organisasi seluruh PNS/ASN keberatan dan menolak dengan tegas pengalihan Program Tabungan Hari Tua dan Pensiun dari Taspen ke BPJS Ketenagakerjaan.

Sementara itu ketua Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Korpri Kalimantan Barat R.S. Kamso mengatakan bahwa Pegawai Aparatur Sipil Negara memiliki fungsi dan tugas sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, perekat dan pemersatu bangsa sehingga diberikan Tabungan Hari Tua dan Pensiun.

Oleh karena itu pihaknya menilai pemerintah perlu meningkatkan manfaat jaminan dan perlindungan sebagaimana UU 5 Tahun 2014 tentang ASN yang merupakan kesinambungan penghasilan hari tua, sebagai hak, dan penghargaan atas pengabdian.

“Berbeda dengan filosofi Jaminan Sosial dalam UU SJSN yang diberikan untuk pegawai pada sektor swasta yakni memenuhi kebutuhan dasar hidup yang layak. Selain itu secara filosofis, TASPEN lahir dari rahim PNS, sehingga antara PNS dan TASPEN merupakan dua tubuh satu jiwa,” pungkasnya.

Baca Juga: Apa Fungsi dan Jenis dari Dana Pensiun ?!

Dana Pensiun

Program Pensiun merupakan jaminan hari tua berupa pemberian uang setiap bulan kepada Pegawai Negeri Sipil yang telah memenuhi kriteria sebagai berikut :
PT Taspen (Persero) juga melakukan pembayaran pensiun kepada :

  • Penerima Pensiun Pejabat Negara
  • Penerima Tunjangan Perintis Kemerdekaan
  • Penerima Tunjangan Veteran
  • Penerima Pensiun Anggota TNI/POLRI yang pensiun sebelum April 1989

Tujuan

  • Untuk memberikan jaminan hari tua bagi pegawai negeri/peserta Taspen pada saat mencapai usia pensiun.
  • Sebagai penghargaan atas jasa-jasa pegawai negeri/peserta setelah yang bersangkutan memberikan pengabdian kepada Negara.

Peserta

  • Pegawai negeri sipil pusat dan daerah otonom.
  • Pejabat negara.
  • Anggota ABRI yang dinas dan pensiun sebelum 1 April 1989
  • Anggota veteran dan PKRI/KNIP
  • Pegawai KAI

Kelompok Pensiun yang diberikan

  • Pensiun PNS Pusat dan PNS Departemen Hankam yang pensiun sebelum 1 April 1989
  • Pensiun PNS Daerah Otonom
  • Pensiun Pejabat Negara
  • Pensiun ABRI yang diberhentikan dengan hak pensiun sebelum 1 April 1989
  • Pensiun PT KAI
  • Tunjangan Veteran.
  • Tunjangan PKRI/KNIP
  • Uang Tunggu PNS

Yang berhak menerima Pensiun (Jenis Pensiun)

  • Diri pensiun yang bersangkutan.
  • Janda/duda pensiunan.
  • Yatim-piatu pensiunan.
  • Orang tua (bagi PNS yang tewas dan tidak meninggalkan isteri/suami/ anak).

Kewajiban Peserta

  • Membayar iuran 4,75% dari penghasilan sebulan (gaji pokok + tunjangan keluarga) berdasarkan Kepres No.8 tahun 1977.
  • Memberi keterangan data diri pribadi dan keluarganya, serta melaporkan perubahan data peserta dan keluarganya.

Hak Peserta
1. Pembayaran pensiun pertama dan pensiun bulanan Pensiun sendiri yang diberikan ketika PNS/pejabat negara berhenti dengan hak pensiun dan pembayarannya bersamaan dengan pemberian hak THT. Sedangkan pensiun bulanan adalah pensiun yang dibayarkan pada setiap bulan melalui kantor bayar pensiun yang ditunjuk.
2. Pensiun Terusan Merupakan pensiun almarhum/almarhumah yang meninggal dunia diteruskan kepada isteri/suami/anak sebesar pensiun yang diterima almarhum/almarhumah semasa hidup, dalam jangka waktu tertentu.

  • Untuk pensiun PNS/ Pejabat Negara/ Tunjangan Veteran 4 bulan berturut-turut.
  • Untuk pensiun Duta Besar 2 bulan berturut-turut.
  • Untuk pensiun ABRI 6 bulan berturut-turut. Bila ada bintang jasa (gerilya, sewindu dan kartika ekapaksi) selama 12 bulan berturut-turut.

3. Uang Duka Wafat (UDW)
Diberikan kepada isteri/ suami/anak/ahli waris yang ditunjuk karena pensiunan meninggal dunia sebanyak tiga kali penghasilan terakhir.

4. Pensiun bagi Janda/Duda/ Anak
Pensiun yang diberikan kepada janda/duda/anak karena pensiunan meninggal dunia.

5. Uang Kekurangan Pensiun (UKP)
Kekurangan pensiun yang belum dibayarkan kepada penerima pensiun akibat penyesuaian pensiun pokok, penyesuaian table, adanya pangkat pengabdian karena penerbitan SK terlambat, dsb.

6. Pensiun Lanjutan
Uang pensiun lanjutan akibat perpindahan kantor bayar antar Kantor Cabang PT Taspen (Persero).

PROSEDUR PENGURUSAN HAK

Berkas permohonan hak diajukan secara langsung oleh yang bersangkutan atau secara tidak langsung melalui jasa pos/ekspedisi ke kantor cabang utama/kantor cabang PT Taspen (Persero) di wilayah masing-masing.

SYARAT PENGURUSAN HAK

  • Pensiun pertama PNS dan Pejabat Negara
  • Syarat pengurusan pensiun pertama satu paket dengan syarat pengurusan hak Tabungan Hari Tua.

Sebagaimana tindak lanjut dari peraturan Pemerintah Nomor 25 tahun 1981 Dana Pensiun PNS yang semula ditempatkan pada bank-bank pemerintah yang ditentukan oleh Menteri Keuangan dialihkan kepada PT Taspen (Persero) berdasarkan surat Menteri Keuangan Nomor: S-244/MK.011/1985 tanggal 21 Februari 1985

Selain mengelola dana titipan program pensiun PNS, mulai tahun 1986 Pemerintah mengalihkan penyelenggaraan pembayaran pensiun PNS yang sumber dananya dari APBN (pay as you go) kepada PT Taspen (Persero) melalui surat Menteri Keuangan Nomor : 822/MK.03/1986 dan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor : 892.1.8411 tanggal 13 Oktober 1986.

Dalam perkembangannya, pembayaran pensiun PNS selain dari APBN juga bersumber dari sharing dana pensiun PNS berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan.

Komposisi Sharing adalah sebagai berikut:

Atas pengelolaan dana pensiun PNS dan pembayaran pensiun PNS Pemerintah melalui surat Menteri Keuangan Nomor : S-1517/MK.013/1987 mengatur tentang penggantian biaya penyelenggaran pensiun.

Ketentuan tentang besarnya biaya penyelenggaraan pensiun mengalami perubahan setiap tahun, dan pada tahun 2008 ditetapkan berdasarkan Surat Menteri Keuangan Nomor: S-41/MK/2008.

a. Mencapai Usia Pensiun
b. Meninggal pada masa aktif, yang akan diberikan kepada janda/duda atau anaknya sebelum berumur 25 tahun

 

 

Sumber Referensi:

bumn.go.id. Dana Pensiun

cermati.com. dana-taspen-akrabkan-diri-dengan-layanannya-agar-kehidupan-masa-pensiun-terjamin

finance.detik.com. korpri-harap-taspen-tetap-kelola-program-tabungan-pensiun

Post Your Comment Here

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.