Call Us 62 22 86617757 | muvi@muvigroup.com
 Categories : Persiapan Pensiun

 
dscf6372
Orang Indonesia kebanyakan tidak terlalu hebat dalam urusan menabung untuk pensiun. Banyak kasus terjadi pada seseorang yang justru keadaannya jauh lebih buruk saat memasuki masa pensiun. Kebutuhan konsumtif biasanya lebih diutamakan dibandingkan dengan yang produktif.
Seorang aktuaris mempelajari masalah ini selama tiga dekade. Namanya Steve Vernon. Seperti dikutip Daily Herald, aktuaris itu kemudian menemukan strategi yang relatif sederhana yang dapat membantu masalah tadi. Kesimpulan yang ditariknya sebenarnya sederhana. Ia menyarankan kita untuk menunggu hingga usia 70 untuk mengklaim dana jaminan sosial. Di Indonesia, dana itu biasanya ada dalam bentuk dana pensiun di BPJS Ketenagakerjaan atau bentuk jaminan sosial lainnya yang dikelola swasta. Jika harus pensiun dini sekalipun, strategi ini tetap bisa digunakan. Hasil perhitungan yang tepat akan memberi informasi waktu pensiun dan berapa banyak yang dapat dikeluarkan. Steve Vernon adalah seorang sarjana penelitian di Stanford Center, lembaga nirlaba di Longevity di Stanford, California, Amerika Serikat. Vernon bekerja dengan Society of Actuaries untuk mempelajari hampir 300 pendekatan pendapatan pensiun yang berbeda. Strategi itu adalah cara terbaik bagi orang-orang berpenghasilan menengah. Menurut dia, kebanyakan orang yang mendekati pensiun justru tidak berkonsultasi dengan penasihat keuangan. Hampir setengahnya hanya melakukannya dengan mencoba untuk menghitung berapa banyak uang yang mereka butuhkan untuk pensiun dengan nyaman.

Dua pendekatan saat pensiun

Vernon mengatakan, ada dua pendekatan yang biasa dilakukan pekerja saat memasuki usia purnabakti. Kedua hal itu adalah:
  1. Mencoba untuk meminimalkan penarikan dan melihat tabungan pensiun mereka sebagai dana darurat yang harus terus dijaga.
  2. Tabungan pensiun digunakan sebagai biaya hidup saat ini tanpa banyak memikirkan masa depan.
"Kedua pendekatan ini benar-benar tidak ideal," kata Vernon yang merupakan penulis beberapa buku tentang pensiun. Di satu sisi, seseorang sering membakar uang mereka terlalu cepat. Di sisi lain, mereka membelanjakannya terlalu sedikit.
Keseimbangan adalah kata kunci dari pendekatan yang disebutkan Vernon. Secara sederhana, sebenarnya para perencana keuangan telah merekomendasikan "aturan 4 persen" atau menarik hanya 4 persen tabungan pensiun pada tahun pertama dan meningkatkan jumlahnya setiap tahun dengan memperhatikan tingkat inflasi. Aturan itu yang seharusnya dilakukan para pekerja saat menjelang pensiun.

Strategi

Jaminan sosial, di sisi lain, adalah semacam anuitas yang dapat menjadi dasar yang kuat bagi sebagian besar orang yang pensiun. Manfaat meningkatnya inflasi, tidak berfluktuasi dengan pasar dan tidak dapat bertahan lama. Jika orang dapat menunda mengklaim manfaat hingga mereka berusia 70 tahun, mereka berpeluang mendapatkan nilai terbesar. Mereka yang ingin berhenti bekerja lebih awal, katakanlah pada usia 65 tahun, dapat menggunakan sebagian dari tabungan mereka sebagai "dana transisi" untuk menggantikan pemeriksaan jaminan sosial. Strategi belanja yang irit ternyata tidak akan membuat tabungan semakin aman. Beberapa orang mungkin perlu menambah penghasilan mereka dengan dengan berbisnis tambahan atau menjaminkan asetnya. "Kami benar-benar tidak menemukan solusi sederhana," kata Vernon. "Tapi dibandingkan dengan yang lain, ini yang terbaik."***   Editor: Sena Lesmana

Spread the Word, like or share this page, your friends will also love it and thanks for it.

About

Lakukan kebiasaan baik untuk menjadi lebih baik, Begin...

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked by *.