Call Us 62 22 86617757 | muvi@muvigroup.com
 Categories : Persiapan Pensiun

 
pensiun
Masa pensiun haruslah menjadi masa yang menyenangkan. Alasannya, Anda bisa mengambil liburan panjang, mengatur waktu dengan sangat fleksibel, atau menggunakan uang yang telah Anda kumpulkan hampir sepanjang hidup.
Pada masa pensiun, orang-orang mulai merasa bahagia karena bisa lepas dari tuntutan hidup yang tinggi seperti pekerjaan, membina keluarga, dan menabung demi masa depan. Ketika Anda mencapai usia 65 tahun, kebahagiaan datang lagi dan akan terus bertahan sampai usia 85 tahun. Hal itu terbukti melalui survei terbaru yang dilakukan majalah Time. Sebanyak 48 persen pembacanya yang sudah pensiun merasa lebih bahagia dari yang mereka perkirakan. Hanya 7 persen pembacanya yang merasa kecewa. Lantas bagaimana agar Anda bisa larut dalam kebahagiaan pada masa purnabakti? Survei itu menyebut, 81 persen pensiunan bersyukur mereka tetap sehat dan bugar setelah berhenti bekerja. Berikut ini tips lainnya dari majalah Time agar masa pensiun Anda diwarnai beraneka hal yang membahagiakan.  

1. Punya pemasukan yang bisa diprediksi

Tak terbantahkan lagi, memililki uang berlebih membuat Anda bahagia. Perencana finansial Wes Moss, dalam bukunya yang bertajuk “You Can Retire Sooner Than You Think: The 5 Money Secrets of the Happiest Retirees” menyatakan, pensiunan yang bahagia adalah yang punya simpanan uang paling banyak. Namun, kebahagiaan yang didasari uang ada batasnya. Menurut dia, angka 550.000 dolar atau sekira Rp 8,2 miliar adalah batas tertinggi kebahagiaan. Jika punya kekayaan lebih dari itu, Anda justru akan menderita. Artinya, uang bukanlah segalanya. Dari mana uang berasal sama pentingnya dengan berapa jumlah tabungan Anda. Pensiunan yang mendapat uang tunjangan pensiun, pemasukan dari menyewakan rumah, atau bentuk investasi lainnya akan lebih bahagia. Jadi, sebelum masa pensiun datang, siapkan pemasukan yang bisa diprediksi besarannya.  

2. Tetap produktif tanpa terpaksa

Mereka yang masih bekerja saat usianya sudah melewati 65 tahun lebih bahagia dari mereka yang pensiun penuh di bawah usia tersebut. Namun, jika Anda ingin tetap bekerja saat sudah memasuki masa purnabakti, lakukan tanpa keterpaksaan. Dari skala 1 sampai 10, mereka yang menjalani pekerjaan paruh waktu saat pensiun punya rasio kebahagiaan rata-rata 6,5. Dengan bekerja, keuntungan lainnya adalah kesehatan tubuh bisa tetap terjaga. Sementara mereka yang tetap bekerja karena keterpaksaan, rasio kebahagiaannya hanya 4,4 terlepas apakah mereka bekerja penuh atau paruh waktu.  

3. Tekuni hobi

Mereka yang tetap sibuk semasa pensiun cenderung lebih bahagia. Namun, seberapa aktif Anda harus berkegiatan? Wes Moss menyebut, tiga sampai empat kegiatan yang dilakukan secara reguler akan menjaga Anda tetap bahagia. Maka dari itu, Wes Moss meyarankan untuk memilih hobi yang berkaitan dengan kegiatan sosial seperti menjadi sukarelawan untuk hal-hal yang Anda gemari, berwisata, maupun berolahraga. Meski begitu, menjalani hobi yang dilakukan sendiri seperti membaca, memancing, memelihara binatang, melukis, atau menulis juga bisa menghadirkan kebahagiaan.  

4. Menyewa rumah

Tinggal di rumah sendiri alih-alih menyewa memang lebih membahagiakan. Namun, seiring bertambahnya usia, kondisinya justru bisa berbalik. Bagi pensiunan, melakukan perawatan rumah milik sendiri bisa sangat merepotkan. Terlebih, rumah sendiri kadang terlalu luas sehingga menyulitkan interaksi dengan penghuni lainnya. Akan jauh lebih bahagia jika Anda tinggal di rumah sewaan karena kewajiban melakukan pemeliharaan hilang. Anda tak perlu terlalu cemas jika ada kebocoran atap. Cukup laporkan pada pemilik rumah untuk diperbaiki. Alangkah lebih baik jika Anda menyewa rumah dengan ukuran yang sesuai dengan jumlah penghuni.  

5. Tetap dekat dengan anak

Ketika punya lebih banyak waktu, orang-orang di sekitar bisa sangat membantu meningkatkan kebahagiaan. Tetap jaga komunikasi degan keluarga dan orang-orang terdekat. Tinggal berjarak sekira 15 kilometer dari kediaman anak diyakini dapat membuat pensiunan lebih bahagia.***   Editor: Sena Lesmana

Spread the Word, like or share this page, your friends will also love it and thanks for it.

About

Lakukan kebiasaan baik untuk menjadi lebih baik, Begin...

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked by *.