Call Us 62 22 86617757 | muvi@muvigroup.com
 Categories : Articles

 

Di usia muda, selain untuk hura-hura mencari identitas diri, ada baiknya Anda ingat bahwa tak selamanya Anda bisa produktif. Saat muda kita memang punya banyak waktu dan tenaga untuk melakukan beragam pekerjaan demi mencari penghasilan sebanyak-banyaknya. Namun ingat, waktu juga yang nanti akan menjadi pembatas produktivitas Anda. Selain harus giat mengerjakan pekerjaan selama muda, selama masa muda juga hendaknya dimanfaatkan untuk mengumpulkan dana pensiun.

Haruskah Anda mengumpulkan dana pensiun saat masih muda?

Mengapa harus sejak awal Anda persiapkan dana pensiun?game_pt tetra pak

Sejak awal Anda harus mulai persiapan dana pensiun karena Anda tentu ingin pensiun dengan nyaman. Tantangan yang ada saat ini adalah ingin pensiun muda kaya raya namun tidak tahu caranya.

Berikut 4 Tips Cermat Kelola Uang untuk Masa Pensiun berikut ini yang bisa Anda coba :

 

  1. Paksakan diri Anda untuk Menabung dan Berinvestasi

Banyak kasus gaji itu hanya bertahan di pertengahan bulan saja. Memang, betapa senang saat Anda menerima gaji di awal bulan. Namun ingat, nominal gaji tersebut harus disisihkan untuk kebutuhan hidup, baik yang rutin seperti membayar cicilan, membayar asuransi atau biaya hidup lainnya yang masuk dalam rencana keuangan Anda. Mulai sekarang, setelah menyisihkan gaji untuk kebutuhan, jangan lupa juga untuk menyisihkan gaji demi menabung. Menabung memang susah saat Anda masih muda, namun cobalah untuk menjadikannya prioritas setelah memenuhi kebutuhan utama.

Selain menabung, ada baiknya Anda mencoba untuk berinvestasi. Investasi adalah salah satu solusi untuk memperoleh pendapatan secara pasif. Bedanya dengan tabungan adalah jika investasi ada risiko di dalamnya. Menyisihkan sebagian tabungan untuk memulai investasi yang aman adalah pilihan yang sangat cerdas. Dalam prinsip investasi berlaku makin tinggi imbal balik, makin besar risiko. Jadi berhati-hatilah dalam berinvestasi.

 

  1. Buat Rencana Keuangan, Kontrol Pengeluaran Secara Efektif

Rencana keuangan sebenarnya sederhana, hanya memuat pendapatan dan pengeluaran serta proyeksi nominal harta yang ingin diraih pada suatu periode. Bisa dibuat dalam bentuk jangka pendek 1 tahun, jangka menengah 5 tahun atau jangka panjang di atas 10 tahun. Apa pun modelnya, hal pertama yang harus dilakukan adalah Buatlah Rincian Biaya Pengeluaran.

Sering kali kita menyepelekan hal ini. Biaya pengeluaran yang tidak dicatat sering kali membuat kita lupa diri dan akhirnya menguras tabungan atau gaji di akhir bulan. Solusinya, siapkan segala catatan untuk membuat perincian biaya pengeluaran. Apakah Anda sadar, misalnya saja kalau kita menghabiskan uang senilai Rp. 40 ribu untuk biaya makan siang berarti kita menghabiskan Rp200 ribu dalam seminggu? Ini bukan berarti Anda tidak boleh sesekali makan mewah, namun pikirkan juga tujuan yang kira-kira nanti akan menghasilkan. Misalnya bertemu dengan teman lama yang sudah sukses sehingga ada potensi Anda diajak berpartner dengannya.

Di luar itu sebaiknya Anda berhemat. Nilai di atas tentu akan bertambah besar jika kita akumulasikan dalam kurun waktu setahun. Padahal untuk menghemat pengeluaran tersebut, kita bisa misalnya membawa bekal makan siang atau membeli makan siang dengan harga yang lebih terjangkau. Ternyata dari hal-hal kecillah kita bisa berhemat dan membuat keuangan menjadi lebih stabil.

 

  1. Jangan Tunggu Rencana Sempurna, Harus Dimulai dari Sekarang!

Ada juga tipe orang yang jago membuat perencanaan, namun tak kunjung dikerjakan. Kebiasaan untuk berhemat dan menabung tidak akan pernah tercapai kalau kita terus menunda untuk melakukannya. Jangan terlalu berandai-andai dengan rencana tanpa eksekusi. Alangkah baiknya kalau kebiasaan menabung dimulai dari sekarang juga. Jika susah dilakukan mintalah bantuan dari pihak perencana keuangan atau orang-orang yang sudah berpengalaman mengatur keuangan untuk membantu kita melakukan penghematan. Perencana keuangan tersebut sebenarnya paling mudah masuk dalam mindset Anda adalah teman atau keluarga sendiri. Setidaknya, pastikan minimal ada 3% hingga 10% penghasilan yang ditabung setiap bulan untuk persiapan dana pensiun.

Lalu bagaimana kita menyiapkan dana pensiun tersebut?

Apakah cukup dengan tabungan dan investasi?

Tabungan hanya cocok untuk dana darurat, jika tujuannya untuk persiapan dana pensiun, maka solusinya adalah investasi. Banyak orang gagal untuk berinvestasi hanya karena mereka serakah, mudah tertipu bujuk rayu investasi dengan imbal balik di luar kewajaran, atau tidak sabar dalam mengikuti tahapan investasi yang benar. Apa pun itu investasi tetap merupakan langkah yang harus dilakukan untuk persiapan dana pensiun.

 

  1. Segera Lunasi Hutang dan Jangan Lupa Menyiapkan Dana Darurat

Hidup tanpa hutang sepertinya sudah mulai jarang ditemukan. Apa pun bentuknya hutang seolah menjadi bagian dari gaya hidup modern. Salah satunya dalam bentuk kartu kredit. Hutang yang tidak terkontrol bisa menjadi bagian dari kecerobohan finansial kita di masa lalu dan pastinya akan membuat kita harus mengangsur hutang di masa kini. Kalau kita memiliki hutang, alangkah baiknya bila kita segera melunasi utang tersebut. Hutang yang bunganya besar akan menggerogoti pendapatan kita secara teratur. Jadi, tidak ada salahnya melunasi hutang bila kita sedang memiliki pendapatan berlebih.

 

Semoga bermanfaat, terima kasih.

Salam sukses dan bahagia

 

Editor : Ryan dan Ezka

#pensiunsuksesdanbahagia

Spread the Word, like or share this page, your friends will also love it and thanks for it.

About

Lakukan kebiasaan baik untuk menjadi lebih baik, Begin...

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked by *.