3 Hal Persiapan Untuk Menghadapi Masa Pensiun

Masa Persiapan Pensiun
  1. Identitas diri Anda sebenarnya

    Kadang, jabatan atau jenis pekerjaan lebih melekat pada identitas seseorang. Pekerjaan mereka adalah bagian dari diri mereka. Saat Anda meninggalkan dunia pekerjaan, Anda juga menyerahkan satu aspek identitas diri Anda tersebut. Misalnya, Anda yang biasanya memperkenalkan diri dengan “Saya Direktur di Bank ABC,” setelah pensiun Anda akan perlu meramu sebuah identitas baru: “Saya adalah…”

    Beberapa orang mungkin OK dengan mengatakan “Saya pensiunan.” Seiring waktu, mereka mungkin mulai menikmati memiliki lebih banyak waktu bebas dan menemukan pensiun sebagai perubahan yang menyenangkan dari stres sehari-hari yang mereka alami dalam pekerjaan. Tetapi yang lain akan lebih bahagia jika mereka berusaha untuk mendefinisikan identitas diri pasca-pensiun yang akan memberikan fondasi bagi keseharian mereka dan makna bagi kehidupan mereka.

  1. Hubungan Anda dengan orang lain

    Ketika Anda meninggalkan kehidupan kerja Anda, Anda sering kehilangan hubungan dengan orang-orang yang pernah menjadi bagian dari rutinitas Anda, sehingga Anda perlu mengembangkan hubungan baru. Mulai membuat kenalan di luar pekerjaan dan terlibat dalam kegiatan yang Anda inginkan setelah pensiun. Anda mungkin melakukannya dengan travelling, terlibat dalam kegiatan sukarela, atau nge-gym, kata Schlossberg.

   Hubungan Anda dengan pasangan atau keluarga Anda juga dapat berubah, karena Anda mungkin akan menghabiskan lebih banyak waktu bersama. Kadang, terlalu banyak kebersamaan menyebabkan orang untuk lebih cepat bosan dan/atau tersinggung untuk hal-hal kecil satu sama lain. Jika kedua suami dan istri pensiun di saat yang sama, misalnya, masalah mungkin timbul dari siapa yang akan menggunakan telepon, komputer, atau TV duluan. Atau pensiunan dan anak-anak dewasa mereka mungkin memiliki prinsip yang berbeda mengenai waktu keluarga atau mengurus cucu. Jangan tunggu sampai timbul konflik untuk berbicara tentang harapan dengan pasangan, anak, cucu, orangtua, dan teman-teman. Mulailah berembuk untuk menegosiasikan beberapa aturan dasar baru.

Baca Juga: Bisakah Kehidupan di usia Pensiun Lebih Menyenangkan

  1. Tujuan hidup Anda

    Hal ini terkait dengan identitas Anda. Tujuan hiduplah yang membuat Anda bangun di pagi hari, gairah Anda. Menemukan tujuan hidup baru dapat memakan beberapa waktu, dan Anda mungkin memiliki beberapa misi yang berbeda atau tujuan selama tahun emas Anda, kata Schlossberg.

    Anda dapat bertanya pada diri sendiri apa yang ingin Anda lakukan dalam hidup Anda. Lihatlah pensiun sebagai kesempatan untuk memulai bab baru dalam hidup Anda. Ini mungkin berarti melanjutkan apa yang telah Anda lakukan pada skala yang berbeda, atau melakukan sesuatu yang sama sekali berbeda. Bagi orang-orang yang berada di posisi otoritas sebelum pensiun atau bagi mereka yang sering melakukan perjalanan jauh, penyesuaian ini mungkin terasa lebih menantang. Dalam hal ini, cobalah mengambil kegiatan lain yang bisa menggunakan keterampilan kepemimpinan atau perjalanan Anda.

    Perencanaan masa pensiun dapat menjadi pengalaman menakutkan, penuh frustasi bagi banyak orang, yang mengapa beberapa orang memilih untuk menundanya. Namun dengan penundaan akan datang hilangnya kesempatan bagi pemahaman yang lebih baik, untuk memanfaatkan dana pensiun seoptimal mungkin, dan untuk menangkal konflik. Mereka yang berhasil menaklukan teror masa pensiun memperoleh lebih dari keuntungan finansial.

Post Your Comment Here

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.